Minggu, 09 Juni 2013

KEUANGAN USAHA KECIL


Latar Belakang Masalah
Keuangan uasaha kecil memegang peranan yang sangat besar dalam memajukan perekonomian Indonesia.Selain sebagai salah satu alternatif lapangan kerja baru,UKM juga berperan dalam mendorong laju pertumbuhan ekonomi pasca krisis nmoneter tahun 1997 di saat perusahaan-perusahaan besar mengalami kesulitan dalam mengembangkan usahanya.Saat ini,UKM telah berkontribusi besar pada pendapatan daerah maupun pendapatan Negara Indonesia.
UKM  merupakan suatu bentuk usaha kecil masyarakat yang pendiriannya berdasarkan inisiatif seseorang.Sebagian besar masyarakat beranggapan bahwa UKM hanya menguntungka pihak-pihak tertentu saja.Padahal sebenarnya UKM sangat berperan dalam mengurangi tingkat pengangguran yang ada di Indonesia.UKM dapat menyerap banyak tenaga kerja Indonesia yang masih mengganggur.Selain itu UKM telah berkontribusi besar pada pendapatan daerah maupun pendapatan negara Indonesia.
UKM juga memanfatkan berbagai Sumber Daya Alam yang berpotensial di suatu daerah yang belum diolah secara komersial.UKM dapat membantu mengolah Sumber Daya Alam yang ada di setiap daerah.Hal ini berkontribusi besar terhadap pendapatan daerah maupun pendapatan negara Indonesia.
Juga agar kita dapat mengetahui berapa besar keuntungan yang diperoleh apabila kita membuka sebuah usaha kecil dan menengah, dan kita dapat mengetahui cara mengelola usaha kecil dan menengah dengan baik, sehingga memperoleh laba yang cukup besar.untuk membangun sebuah usaha awal.

Tujuan
 Tujuan dalam penulisan makalah ini adalah untuk menambah pengetahuan dan diharapkan bermanfaat bagi kita semua.  Juga Untuk dapat memacu dan meningkatkan penghasilan maka di perlukan strategi ukm waralaba













PEMBAHASAN
USAHA KECIL DAN MENENGAH
Usaha Kecil dan Menengah disingkat UKM adalah sebuah istilah yang mengacu ke jenis usaha kecil yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200.000.000 tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha, dan usaha yang berdiri sendiri. Menurut Keputusan Presiden RI no. 99 tahun 1998 pengertian Usaha Kecil adalah: “Kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dengan bidang usaha yang secara mayoritas merupakan kegiatan usaha kecil dan perlu dilindungi untuk mencegah dari persaingan usaha yang tidak sehat.”
Kriteria usaha kecil menurut UU No. 9 tahun 1995 adalah sebagai berikut: 1. Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 200.000.000,- (Dua Ratus Juta Rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha 2. Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp. 1.000.000.000,- (Satu Milyar Rupiah) 3. Milik Warga Negara Indonesia 4. Berdiri sendiri, bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang tidak dimiliki, dikuasai, atau berafiliasi baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Menengah atau Usaha Besar 5. Berbentuk usaha orang perseorangan , badan usaha yang tidak berbadan hukum, atau badan usaha yang berbadan hukum, termasuk koperasi.
Untuk dapat memacu dan meningkatkan penghasilan maka di perlukan strategi ukm waralaba
Di Indonesia, jumlah UKM hingga 2005 mencapai 42,4 juta unit lebih.
Pemerintah Indonesia, membina UKM melalui Dinas Koperasi dan UKM, dimasing-masing Propinsi atau Kabupaten/Kta yang dapat digunakan meningkatkan strategi UKM
Ciri-ciri usaha kecil
Jenis barang/komoditi yang diusahakan umumnya sudah tetap tidak gampang berubah;
Lokasi/tempat usaha umumnya sudah menetap tidak berpindah-pindah;
Pada umumnya sudah melakukan administrasi keuangan walau masih sederhana, keuangan perusahaan sudah mulai dipisahkan dengan keuangan keluarga, sudah membuat neraca usaha;
Sudah memiliki izin usaha dan persyaratan legalitas lainnya termasuk NPWP;
Sumberdaya manusia (pengusaha) memiliki pengalaman dalam berwira usaha;
Sebagian sudah akses ke perbankan dalam hal keperluan modal;
Sebagian besar belum dapat membuat manajemen usaha dengan baik seperti business planning.

Contoh usaha kecil
Usaha tani sebagai pemilik tanah perorangan yang memiliki tenaga kerja;
Pedagang dipasar grosir (agen) dan pedagang pengumpul lainnya;
Pengrajin industri makanan dan minuman, industri meubelair, kayu dan rotan, industri alat-alat rumah tangga, industri pakaian jadi dan industri kerajinan tangan;
Peternakan ayam, itik dan perikanan;
Koperasi berskala kecil.

Ciri-ciri usaha menengah
Pada umumnya telah memiliki manajemen dan organisasi yang lebih baik, lebih teratur bahkan lebih modern, dengan pembagian tugas yang jelas antara lain, bagian keuangan, bagian pemasaran dan bagian produksi;
Telah melakukan manajemen keuangan dengan menerapkan sistem akuntansi dengan teratur, sehingga memudahkan untuk auditing dan penilaian atau pemeriksaan termasuk oleh perbankan;
Telah melakukan aturan atau pengelolaan dan organisasi perburuhan, telah ada Jamsostek, pemeliharaan kesehatan dll;
Sudah memiliki segala persyaratan legalitas antara lain izin tetangga, izin usaha, izin tempat, NPWP, upaya pengelolaan lingkungan dll;
Sudah akses kepada sumber-sumber pendanaan perbankan;
Pada umumnya telah memiliki sumber daya manusia yang terlatih dan terdidik.

Contoh usaha menengah
Jenis atau macam usaha menengah hampir menggarap komoditi dari hampir seluruh sektor mungkin hampir secara merata, yaitu:
Usaha pertanian, perternakan, perkebunan, kehutanan skala menengah;
Usaha perdagangan (grosir) termasuk expor dan impor;
Usaha jasa EMKL (Ekspedisi Muatan Kapal Laut), garment dan jasa transportasi taxi dan bus antar proponsi;
Usaha industri makanan dan minuman, elektronik dan logam;
Usaha pertambangan batu gunung untuk kontruksi dan marmer buatan.


Kriteria usaha kecil menurut UU No. 9 tahun 1995 adalah sebagai berikut:
1. Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 200.000.000,- (Dua Ratus Juta Rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha
2. Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp. 1.000.000.000,- (Satu Milyar Rupiah)
3. Milik Warga Negara Indonesia
4. Berdiri sendiri, bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang tidak dimiliki, dikuasai, atau berafiliasi baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Menengah atau Usaha Besar
5. Berbentuk usaha orang perseorangan , badan usaha yang tidak berbadan hukum, atau badan usaha yang berbadan hukum, termasuk koperasi.
Di Indonesia, jumlah UKM hingga 2005 mencapai 42,4 juta unit lebih.
Pemerintah Indonesia, membina UKM melalui Dinas Koperasi dan UKM, dimasing-masing Propinsi atau Kabupaten/Kta.


SEGMENTASI PASAR


Segmentasi Pasar adalah suatu proses sosial manajerial di mana individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan mereka dengan menciptakan, menawarkan dan bertukar sesuatu yang bernilai satu sama lain. Definisi ini berdasarkan pada konsep inti, yaitu : kebutuhan, keinginan dan permintaan; pasar, pemasaran dan pemasar.
Tujuan Pemasaran adalah mengenal dan memahami pelanggan sedemikian rupa sehingga produk yang di jual akan cocok sesuai dengan keinginan pelanggan,sehingga produk tersebut dapat terjual dengan sendirinya. Idealnya pemasaran menyebabkan pelanggan siap membeli sehingga yang harus di fikirkan selanjutnya adalah bagaimana membuat produk tersebut tersedia.
Pengertian pemasaran oleh beberapa ahli diartikan menjadi :
1. William J Stanton, menyatakan bahwa:
Pemasaran adalah keseluruhan intern yang berhubungan dengan kegiatan-kegiatan usaha yang bertujuan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang akan memuaskan kebutuhan pembeli baik pembeli yang ada maupun pembeli yang potensial.
2. Philip dan Duncan.
Pemasaran meliputi semua langkah yang digunakan atau diperlukan untuk menempatkan barang-barang berwujud kepada konsumen.



3. American Marketing Association.
Pemasaran meliputi pelaksanaan kegiatan usaha niaga yang diarahkan pada arus aliran barang dan jasa dari produsen kepada konsumen.

Fungsi utama mengapa kegiatan pemasaran dilakukan :
1. Untuk memberikan informasi tentang produk yang dijual perusahaan.
2. Untuk mempengaruhi keputusan membeli konsumen.
3. Untuk menciptakan nilai ekonomis suatu barang.
2.1.2 Kegiatan Utama pemasaran
Kegiatan utama pemasaran atau juga disebut marketing mix adalah suatu perangkat perusahaan yang terdiri dari 4 variable yaitu produk, struktur harga, kegiatan promosi dan saluran distribusi dengan tujuan untuk menentukan tingkat keberhasilan pemasaran perusahaan yang bisa memberikan kepuasan dalam pemenuhan kebutuhan konsumen yang dipilih atau segmen pasar yang di harapkan.

2.2 Pembahasan.
2.2.1 Bauran Pemasaran
Kotler (2000) mendefinisikan bahwa “bauran pemasaran adalah kelompok kiat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mencapai sasaran pemasarannya dalam pasar sasaran“. Sedangkan Jerome Mc-Carthy dalam Fandy Tjiptono (2004) merumuskan bauran pemasaran menjadi 4 P (Product, Price, Promotion dan Place).

1. Product (Produk).
Merupakan bentuk penawaran organisasi jasa yang ditujukan untuk mencapai tujuan melalui pemuasan kebutuhan dan keinginan pelanggan. Produk disini bisa berupa apa saja (baik yang berwujud fisik maupun tidak) yang dapat ditawarkan kepada pelanggan potensial untuk.memenuhi kebutuhan dan keinginan tertentu. Produk merupakan semua yang ditawarkan ke pasar untuk diperhatikan, diperoleh dan digunakan atau dikonsumsi untuk dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan yang berupa fisik, jasa, orang, organisasi dan ide.
Produk merupakan hasil dari kegiatan produksi perusahaan yang nantinya akan di jual perusahaan atau barang yang dibeli perusahaan untuk dijual kembali kepada konsumen akhir (bagi perusahaan dagang). Dalam membahas apa itu produk sebagai salah satu dari keempat variable marketing mix maka kita bagi menjadi 3 bagian :
a. Pemilihan produk
b. Pembungkus barang
c. Merk barang



a. Pemilihan barang/produk
Kebijaksanaan perusahaan dalam memilih produk yang akan dijual atau produk yang akan dibeli (bagi perusahaan dagang) amat berpengaruh pada penentuan harga, strategi, promosi, yang akan dilakukan agar berhasil dalam melaksanakan fungsi penjualan dari bidang pemasaran. Pemilihan barang atau produk yang tepat untuk dipasarkan atau sesuai dengan perilaku pembeli ataupun daya beli konsumen akan menguntungkan perusahaan sehingga hasil kegiatan perusahaan yang dicapai akan dapat mempertahankan atau ditingkatkan demi kelangsungan hidup perusahaan.
Yang penting disini adalah bagaimana cara mengantisipasi masalah-masalah yang mungkin dihadapi perusahaan karena terjadi proses tahapan siklus kehidupan barang. Siklus kehidupan barang ini akan selalu terjadi di mana pada suatu saat kalau produk tersebut sudah mencapai tahap kejenuhan akan mengalami penurunan penjualan yang berarti juga terjadi turunnya tingkat pendapatan perusahaan. Oleh karena itu sebelum perusahaan terlambat dalam mengatasi perjalanan produk dalam siklus kehidupan produk maka tindakan yang harus dilakukan adalah strategi apa yang akan dilakukan atau kebijaksanaan apa yang akan dilakukan agar sebelum produk tersebut sudah tidak laku lagi perusahaan sudah menyiapkan produk baru,sebagai pengganti atau strategi baru.
Tahap-tahap siklus kehidupan dibagi menjadi 5 tahapan di mana untuk masing-masing tahap suatu perusahaan harus memasang strategi atau kebijaksanaan yang berlainan untuk menjaga agar kelangsungan hidup perusahaan terjamin. Lima tahap tersebut adalah sebagai berikut :

1. Tahap perkenalan
2. Tahap pertumbuhan
3. Tahap kedewasaan
4. Tahap kejenuhan
5. Tahap penurunan

Apabila di gambarkan maka akan menjadi sebagai berikut:

Penjualan

1 2 3 4 5
Waktu
Gambar 1. Daur siklus kehidupan barang.
(Produck life cycle)

1. Tahap Perkenalan
Tahap perkenalan ini menunjukan bahwa barang yang dipasarkan benar-benar baru atau masyarakat belum tahu atau belum mengenalnya sehingga perlu memperkenalkan barang tersebut pada masyarakat melalui penyampaian informasi dengan kegiatan promosi yang gencar dan agresif menekankan merk penjualan, kelebihannya dibandingkan dengan produk sejenis ataupun bagaimana kegunaanya bagi konsumen dan lain-lain.
Tahap perkenalan ini biasanya memerlukan ongkos promosi yang sangat tinggi sedangkan hasil penjualan masih berjumlah sedikit dalam memberikan tambahan pendapatan produsen. Tujuan utama promosi adalah agar konsumen tahu dan mengenal dengan baik produk perusahaan dan mulai menyukainya.
2. Tahap Pertumbuhan
Tahap pertunbuhan ditunjukan dengan meningkatnya volume penjualan dengan cepat karena produk sudah menempatkan pada segmen pasar yang sesuai. Usaha yang dilakukan dalam tahap ini adalah menurunkan kegiatan promosinya untuk diganti dengan memperluas dan meningkatkan distribusi ke daerah-daerah (lokasi-lokasi segmen pasar) yang belum dimasuki atau kegiatan promosi digantikan dengan persaingan harga dengan perusahaan pesaing.
Pada tahap ini bermunculan perusahaan-perusahaan pesaing yang mencoba merebut segmen pasar yang kita kuasai dengan menggunakan strategi-strategi yang dengan perlahan dan pasti dapat menggeser kedudukan perusahaan yang lebih dulu masuk pasar.
3. Tahap kedewasaan dan kejenuhan
Tahap kedewasaan merupakan titik puncak kejayaan perusahaan yang ditunjukan dengan peningkatan volume penjualan yang sangat tinggi. Pada tahap ini produk perusahaan sudah dikenal dengan baik oleh konsumen, sehingga usaha promosi amat sedikit peranannya dalam meningkatkan atau menambah volume penjualan.
Tambahan volume penjualan sudah dilakukan sedangkan bagian pasar yang kita kuasai sudah banyak yang dimasuki produk-produk pesaing yang sedikit demi sedikit mulai mengikis segmen pasar kita, ditambah lagi dengan konsumen sudah mulai melirik produk sejenis lainnya yang sekiranya mempunyai keunggulan lebih banyak atau dengan kata lain konsumen sudah mulai jenuh dengan produk yang kita jual.

4. Tahap kemunduran/penurunan
Akibat buruk perilaku konsumen tersebut menurunkan volume penjualan perusahaan sehingga perusahaan harus cepat-cepat mengambil kebijaksanaan agar perusahaan tidak bangkrut. Adapun kebijaksanaan yang akan di ambil oleh perusahaan pada umumnya terdiri dari 2, yaitu :

1. Menghentikan produk yang sudah tidak dapat bersaing dengan digantikan oleh barang yang benar-benar baru dan lain dibandingkan dengan produk lama. Kebijaksanaan ini dapat berjalan dengan lancar asalkan perusahaan mempunyai tenaga yang punya kemampuan dalam membuat motivasi baru, kreasi, atau menciptakan barang yang akan menggantikannya.

2. Tetap mempertahankan barang lama tetapi memperbaharui atribut-atribut lamanya baik dari segi kemasan atau dapat juga menonjolkan kelebihan lain. Kalau alternatif ini tidak dapat dilakukan perusahaan harus dapat membuat barang yang benar-benar baru yang memerlukan penelitian dari awal baik dari segi mutu, merk dagang, pembungkus, cara mendistribusikan dan lain-lain.
b. Pembungkus barang
Bungkus barang merupakan pertimbangan ke dua setelah produk yang sejenis ternyata mempunyai kualitas yang sama kualitas yang sama, rasa yang sama atau kegiatan yang relative berbeda. Maka bagi pembeli yang merasa bingung dengan berbagai merk tersebut akhirnya akan mempertimbangkan bungkus luar produk yang akan dipilih. Oleh karena itu bungkus juga memegang peranan penting dalam penjualan produk.
Untuk membuat bungkus agar menarik pembeli maka perusahaan harus mempertimbangkan dari berbagai aspek baik aspek ekonomis, keindahan maupun praktisnya.
Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembungkusan diantaranya:
 Bungkus yang membangkitkan hasrat untuk membeli.
 Bungkus yang mudah diingat.
 Bungkus yang tidak menambah harga jual sehingga tidak dapat besaing dengan produk sejenis yang lain.
 Bungkus di design agar dapat menjaga mutu barang, memudahkan pengangkutan, penyimpanan, penyusunan di rak took, atau memmpunyai kegiatan setelah dipakai habis (ada kegiatan ganda).


c. Merk Barang
Merk barang yang dinyatakan dengan kata-kata saja atau disertai dengan gambar tertentu untuk mempertegaskan adalah sangat penting bagi perusahaan untuk membedakan perusahaan yang satu dengan yang lain. Dengan melihat merk seseorang yang sudah menggemari atau fanatic terhadap rasanya, mutunya atau keadaanya tidak akan nemilih lagi dalam memilih lagi dalam membeli barang cukup hanya dengan melihat gambar tertentu atau kata-kata tertentu dalam suatu prroduk menganggap sudah cukup memutuskan untuk membeli.
Dengan merk yang sudah menjadi langganan pemakai dapat menghemat waktu dalam membeli karena dapat menyuruh orang lain untuk membelinya (praktis) dan membuat anggaran tertentu dalam memakainya.
Banyaknya manfaat yang dapat diperoleh konsumen ini ternyata terlihat juga oleh produsen sehingga sering sekali produsen menggunakan merk tersebut sebagai salah satu strategi pemasarannya dengan jalan perusahaan memproduksi barang yang tidak terlalu berbeda setiap memakai berbagai merk, hal ini dilakukan untuk menguasai pasar.
2. Price (Harga)
Bauran harga berkenaan dcngan kebijakan strategis dan taktis seperti tingkat harga, struktur diskon, syarat pembayaran dan tingkat diskriminasi harga diantara berbagai kelompok pelanggan. Harga menggambarkan besarnya rupiah yang harus dikeluarkan seorang konsumen untuk memperoleh satu buah produk dan hendaknya harga akan dapat terjangkau oleh konsumen.
Definisi harga menurut Philip Kotler adalah : “price is the amount of money charged for a product or service. More broadly, price is the sum of all the value that consumers exchange for the benefits of having or using the product or service”. Harga adalah sejumlah uang yang dibebankan untuk sebuah produk atau jasa. Secara lebih luas, harga adalah keseluruhan nilai yang ditukarkan konsumen untuk mendapatkan keuntungan dari kepemilikan terhadap sebuah produk atau jasa. Sedangkan Stanton mendefinisikan harga: “Price is the amount of money and or goods needed to acquire some combination of another goods and its companying services”. Pengertian di atas mengandung arti bahwa harga adalah sejumlah uang dan atau barang yang dibutuhkan untuk mendapatkan kombinasi dari barang yang lain yang disertai dengan pemberian jasa. Harga merupakan elemen dari bauran pemasaran yang bersifat fleksibel, dimana suatu saat harga akan stabil dalam waktu tertentu tetapi dalam seketika harga dapat juga meningkat atau menurun dan juga merupakan satu-satunya elemen yang menghasilkan pendapatan dari penjualan.
Harga adalah sejumlah uang yang harus dibayar oleh pengguna untuk mendapatkan produk. Dengan kata lain seseorang akan membeli barang kita jika pengorbanan yang dikeluarkan (uang dan waktu) sesuai dengan manfaat yang diperoleh dari prouksi tersebut (Moenroe, 1990). Jika hal ini dikaitkan dengan produk layanan, maka seseorang akan datang ke tempat kita jika waktu atau dana yang dikorbankan untuk mendapatkan produk layanan kita sesuai dengan produk layanan yang ditawarkan.
Harga dan kebijaksanaan harga adalah elemen yang paling banyak diperdebatkan dalam pemasaran. Harga adalah satu-satunya variabel strategi pemasaran yang berkaitan dengan pemasukan, bagaimanapun harga mendatangkan masalah tersendiri. Condous (1983) menyarankan, “…apabila pengenaan biaya (charging) merupakan suatu keharusan, maka besarnya harus disesuaikan dengan kemampuan pengguna.”
Dalam hal pemasaran jasa, kreatifitas dan keahlian manajemen paling banyak dibutuhkan dalam masalah penetapan harga. Ciri-ciri yang dimiliki jasa menyebabkan dampak yang penting dalam penetapan harga. Ciri-ciri yang dimiliki jasa menyebabkan dampak yang penting dalam penetapan harga. Hal yang menarik sekali adalah bahwa para penjual kerap kali mengetahui permintaan in-elastis. Oleh karena itu mereka menetapkan harga yang paling tinggi. Akan tetapi mereka lalai bertindak yang sebaliknya, jika menghadpi permintaan yang elastis, walaupun harga lebih rendah akan menaikkan penjualan unit, pendapatan total, penggunaan fasilitas dan mungkin juga naiknya laba bersih.
Prinsip penetapan harga barang dapat juga diterapkan daam penetapan harga jasa. Secara singkat prinsip-prinsip penetapan harga menurut Zeithaml dan Bitner (1996) adalah sebagai berikut:
1. Perusahaan harus mempertimbangkan sejumlah faktor dalam menetapkan harganya, yang mencakup: pemilihan tujuan penetapan harga, menentukan tingkat permintaan, prakiraan biaya, menganalisis harga yang ditetapkan dan produk yang ditawarkan pesaing, pemilihan metode penetapan harga, dan menentukan harga akhir.
2. Perusahaan tidak selalu harus berupaya mencari profit makasimum melalui penetapan harga. Sasaran lain yang bisa mereka capai adalah mencakup survival, memakasimumkan penerimaan sekarang, memakasimumkan pertumbuhan penjualan, memakasimumkan penguasaan (skimming) pasar dan kepemimpinan produk atau kualitas.
3. Para pemasar hendaknya memahami seberapa responsif permintaan terhadap perubahan harga. Untuk mengevaluasi sensitifitas harga, para pemasar bisa menghitung elastisitas permintaan, yang dapat dirumuskan sebagai berikut:

Elastisitas = Persen (%) perubahan dalam kuantitas yang dibeli
Persentase perubahan dalam harga

4. Berbagai jenis biaya harus sipertimbangkan dalam menetapkan harga, termasuk di dalamnya adalah biaya langsung dan tidak langsung, biaya tetap dan biaya variabel, biaya tidak langsung yang bisa dilacak, dan biaya-biaya yang teralokasi. Bila suatu produk atau jasa harus mendatangkan keuntungan bagi perusahaan, harga harus mampu menutup semua biaya mencakup mark-upnya.
5. Harga-harga para pesaing akan mempengaruhi tingkat permintaan barang dan jasa yang ditawarkan peruasahaan dan karenanya harus dipertimbangkan dalam proses penetapan harga.
6. Berbagai cara penetapan yang ada mencakup mark-up, sasaran perolehan, nilai yang bisa diterima, going rate, sealed-bid, dan harga psikologis.
7. Setelah menetapkan struktur harga, perusahaan menyesuikan harganya dengan menggunakan harga geografis, diskon harga, harga promosi, dan harga diskrimiasi, serta harga bauran produk.

Dalam situasi tertentu, pengguna melakukan penilaian atau menghitung-hitung tentang apa yang akan mereka peroleh sebagai balasan dari apa yang mereka berikan. Dengan demikian, harga merupakan pembatas (trade-of) untuk sejumlah benefit (nilai) yang akan diberikan oleh suatu produk (barang atau jasa) dengan sejumlah biaya yang dikaitkan dengan sejumlah biaya yang dikaitkan dengan penggunaan produk tersebut (Yazid), 1999). Pusat informasi yang menghendaki profit harus mampu menutup semua biaya yang berkaitan dengan proses memproduksi dan memasarkan suatu jasa. Selanjutnya menetapkan marjin secukupnya sehingga mampu memberikan keuntungan yang memuaskan.

Yazid (1999) yang mengatakan bahwa, “Harga atau biaya sebuah jasa akan mencakup harga yang bersifat moneter dan harga yang bersifat non-moneter. Harga yang bersifat moneter mempuyai peranan penting bagi bagian pemasaran untuk mengukur tingkat atau porsi penerimaan dari konsumen”. Selanjutnya dikatakan bahwa, di samping itu beberapa biaya non-moneter yang mungkin diperhitungkan konsumen ketika menggunakan suatu jasa mencakup:
1. Waktu. Waktu merupakan komoditas utama bagi sejumlah orang, dan bagi seseorang yang menawarkan jasa dengan pelayanan yang berbeda kepada setiap individu, tetapi mempunyai keterbatasan waktu, mereka akan memperhitungkan biaya terhadap waktu yang digunakan dalam mencari/memburu suatu jasa, karena barangkali waktu yang terbuang itu sebenarnya dapat digunakan untuk keperluan lain.
2. Upaya-upaya yang bersifat fisik. Biaya untuk melakukan upaya-upaya fisik yang diperlukan unruk memperoleh sejumlah jasa bisa saja dimasukkan, khususnya bila penyajian jasa dilakukan secara swalayan.
3. Biaya-biaya sensor. Biaya-biaya ini bisa saja dikenakan sehubungan dengan adanya kebisingan, bau tidak sedap, aliran udara yang tidak lancar, terlalu panas atau terlalu dingin ruangannya, tempat duduk yang tidak nyaman, lingkungan yang terkesan jorok, bahkan rasa yang tidak mengenakkan.
4. Biaya-biaya psikologis. Biaya-biaya ini kadang-kadang dikenakan untuk penggunaan suatu jasa tertentu, seperti upaya yang bersifat mental (berpikir), perasaan adanya ketimpangan atau ketidakadilan bahkan rasa takut. (Yazid, 1999)

3. Promotion (Promosi)
Bauran promosi meliputi berbagai metode, yaitu Iklan, Promosi Penjualan, Penjualan Tatap Muka dan Hubungan Masyarakat. Menggambarkan berbagai macam cara yang ditempuh perusahaan dalam rangka menjual produk ke konsumen.
3.1.1 Promosi
1. Pengertian Promosi.
Promosi adalah arus informasi atau persuasi satu arah yang dapat mengarahkan organisasi atau seseorang untuk menciptakan transaksi antara pembeli dan penjual.
Promosi merupakan kegiatan terakhir dari marketing mix yang sangat penting karena sekarang ini kebanyakan pasar lebih banyak bersifat pasar pembeli di mana keputusan terakhir terjadinya transaksi jual beli sangat dipengaruhi oleh konsumen. Oleh karena itu pembeli adalah raja. Para produsen berbagai barang bersaing untuk merebut hati pembeli agar tertarik dan mau membeli barang yang dijualnya.
Pada dasarnya keputusan membeli sangat dipengaruhi oleh motif-motif pertimbangan secara emosional, seperti : merasa bangga, sugesti, angan-angan dan sebagainya. Tetapi bisa juga pembeli membeli secara rasional seperti: karena mempertimbangkan riwatnya, ekonomisnya, segi kepraktisan, harganya, pengangkutannya dan sebagainya.
Dalam promosi terdapat beberapa kegiatan yang dilakukan, pada umumnya ada 4 kegiatan yang biasa dilakukan yaitu:
a. Periklanan.
b. Personal selling.
c. Promosi penjualan.
d. Publisitas dan humas.

a. Periklanan (Advertensi)
Periklanan merupakan salah satu bentuk kegiatan promosi yang sering dilakukan perusahaan melalui komunikasi non individu dengan sejumlah biaya seperti iklan melalui media masa, perusahaan iklan, lembaga non laba, individu-individu yang membuat poster dan sebagainya.
Periklanan dilakukan untuk memasarkan produk baru, memasuki segmen pasar yang baru atau yang tidak terjangkau oleh salesman maupun personal selling. Periklanan sering dilakukan baik melalui surat kabar, radio dan TV, pos langsung atau bahkan melalui biro periklanan.
b. Personal selling
Personal selling adalah kegiatan promosi yang dilakukan antar individu yang sering bertemu muka yang ditujukan untuk menciptakan, memperbaiki, menguasai atau mempertahankan hubungan pertukaran yang saling menguntungkan kedua belah pihak.*)
Proses personal selling adalah sebagai berikut:

Pelayanan sesudah penjualan
c. Promosi penjualan
Promosi penjualan adalah salah satu bentuk kegiatan promosi dengan menggunakan alat peraga seperti: Peragaan, pameran, demonstrasi, hadiah, contoh barang dan sebagainya.
d. Publisitas
Publisitas merupakan kegiatan promosi yang hampir sama dengan periklanan yaitu melalui media masa tetapi informasi yang diberikan tidak dalam bentuk iklan tetapi berupa berita.
Biasanya lembaga yang dipublisitaskan tidak mengeluarkan biaya sedikitpun tetapi bisa merugikan kalau lembaga yang dipublisitaskan diberitakan kejelekannya.
4. Saluran Distribusi ( Place )
Merupakan keputusan distribusi menyangkut kemudahan akses terhadap jasa bagi para pelanggan. Tempat dimana produk tersedia dalam sejumlah saluran distribusi dan outlet yang memungkinkan konsumen dapat dengan mudah memperoleh suatu produk.

4.1. Pengertian Saluran Distribusi.
Definisi menurut Philip Kotler mengenai distribusi adalah : “The various the company undertakes to make the product accessible and available to target customer”. Berbagai kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk membuat produknya mudah diperoleh dan tersedia untuk konsumen sasaran.
Sebagai salah satu variabel marketing mix, place / distribusi mempunyai peranan yang sangat penting dalam membantu perusahaan memastikan produknya, karena tujuan dari distribusi adalah menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh konsumen pada waktu dan tempat yang tepat.
4.2 Pemilihan saluran distribusi
Keputusan penentuan lokasi dan saluran yang digunakan untuk memberikan jasa kepada pelanggan melibatkan pemikiran tentang bagaimana cara mengirimkan atau menyampaikan jasa kepada pelanggan dan dimana hal tersebut akan dilakukan. Ini harus dipertimbangkan karena dalam bidang jasa sering kali tidak dapat ditentukan tempat dimana akan diproduksi dan dikonsumsi pada saat bersamaan. Saluran distribusi dapat dilihat sebagai kumpulan organisasi yang saling bergantungan satu sama lainnya yang terlibat dalam proses penyediaan sebuah produk/pelayanan untuk digunakan atau dikonsumsi. Penyampaian dalam perusahaan jasa harus dapat mencari agen dan lokasi untuk menjangkau populasi yang tersebar luas.
Saluran distribusi adalah saluran yang dipakai produsen untuk menyalurkan barang hasil produksinya kepada konsumen, baik sampai berpindahnya hak (penguasaan) sampai dengan pemindahan barang maupun hanya pemindahan hak kepemilikannya saja.
Pemilihan saluran distribusi harus mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:
a. Sifat pembeli, seperti kebiasaan membeli, frekuensi pembelian, letak geografis dsb.
b. Sifat produk.
c. Sifat perantara.
d. Sifat pesaing
e. Sifat perusahaan, dan sebagainya
Sifat pembeli sangat mempengaruhi keputusan produsen dalam memilih saluran distribusi yang dipakai.
Sebagai contohnya, kalau jumlah pembeli hanya, frekuensi pembelian dalam jumlah yang kecil-kecil maka akan membuat produsen cenderung memilih saluran distribusi yang panjang.
Demikian juga sifat produk juga merupakan pertimbangan produsen yang tidak kalah pentingnya. Misalnya, apakah barang tersebut mudah rusak atau tidak, bagaimana ukurannya, bagaimana kualitas barang kalau dilihat dari segi konsumen, harganya dan sebagainya. Kesemuanya itu perlu dijadikan bahan pertimbangan yang penting juga.
Demikian juga masalah sifat perantara, perusahaan, pesaing, pasar yang dituju dan sebagainya menjadi faktor yang penting dalam memilih saluran distribusi yang akan digunakan perusahaan. Saluran distribusi yang digunakan itu dengan tujuan agar barang yang ditawarkan sampai pada konsumen industry maupun konsumen akhir.
4.3 Alternatif pemilihan saluran distribusi.
Untuk memakai saluran distribusi tertentu di samping mempertimbangkan faktor-faktor di atas perusahaan juga perlu mengetahui unsure apa saja yang sebenarnya juga mempengaruhi pemilihan saluran distribusi, diantaranya:
a. Tipe perantara.
Perantara dalam kenyataannya juga melakukan beberapa macam fungsi pemasaran seperti penyimpanan, pengangkutan, penjualan, pembelian dan sebagainya. Kalau fungsi pemasaran yang dilakukan perantara ternyata lebih efisien disbanding dengan kalau fungsi pemasaran dilakukan oleh produsen maka produsen yang bersangkutan biasanya memasukan perantara kedalam saluran distribusi yang dipilihnya.
Pada dasarnya ada 3 jenis perantara yaitu :
1. Pedagang (Wholesaler) adalah perantara yang secara nyata mempunyai barang dagangan dan melakukan fungsi pemasaran di mana barang yang di dagangkan dalam jumlah volume penjualan yang besar sehingga pedagang besar ini biasanya hanya melayani pembelian dalam jumlah yang banyak atau dengan kata lain tidak melayani kosumen akhir yang membeli untuk memenuhi kebutuhan pribadinnya (atau besifat non-bisnis).

2. Pengecer (retailer) adalah perantara yang berhubungan langsung dengan konsumen akhir baik konsumen untuk keperluan pribadi maupun konsumen industri.
Kalau digambarkan saaluran distribusi tersebut adalah sebagai berikut:

Gambar 5.3. Saluran distribusi pemasaran.
3. Agen, Agen merupakan perantara yang ketiga, agen mempunyai perbedaan baik dengan pedagang besar mupun pengecer. Hal ini diperlihatkan pada masalah hak kepemilikan barang yang dijualnya. Kalau pedagang besar dan pengecer memiliki hak milik pada barang yang dijual maka kalau pada agen sebaliknya. Biarpun sebagai agen mereka bisa menjual dalam partai besar tetapi tetap hak miliknya ada pada produsennya.
Kalau digambarkan sebagai berikut:

Gambar 5.4. Saluran distribusi yang memasukan agen dan langsung ke konsumen akhir.
b. Jumlah Perantara.
Kalau ditinjau dari jumlah perantara, ini menyangkut untuk tingkat penyebaran pasar yang diinginkan oleh produsen.
Dengan mempertimbangkan jumlah perantara/penyalur maka produsen mempunyai 3 jenis kebijaksanaan alternative pemakaian saluran distribusi, yaitu:

1. Distribusi Insentif.
Kebijaksanaan yang dipakai perusahaan dengan jalan memakai sebanyak mungkin penyalur atau pengecer untuk mencapai dengan cepat kebutuhan konsumen dapat terpenuhi dengan segera. Biasanya kebijaksanaan ini dilakukan kalau produsen menjual barang-barang konsumsi sejenis, konvinen atau kebutuhan pokok sehari-hari.
2. Distribusi selektif.
Distribusi yang dipilih produsen dengan hanya memakai beberapa perantara saja, untuk memudahkan pengawasan terhadap penyalur. Distribusi ini dipakai untuk memasarkan barang-barang baru, barang spesial maupun barang industri jenis peralatan ekstra. Sehingga dalam pemakaian saluran distribusi ini produsen berusaha memilih berapa penyalur yang benar-benar baik dan mampu melaksanakan fungsi pemasaran.
3. Distribusi eksklusif.
Distribusi yang dipilih produsen dengan hanya memilih satu perantara saja dalam wilayah geografis tertentu. Hal ini digunakan untuk pengawasan yang lebih intensif dan mendorong semangat penyalur agar agresif dalam melaksanakan fungsi pemasarannya. Distribusi ini dipakai produsen penghasil barang-barang yang relatif mahal/berat.
Karena pemasaran bukanlah ilmu pasti seperti keuangan (finance), teori Marketing mix juga terus berkembang. Dalam perkembangannya, dikenal juga istilah 7P dimana 3P yang selanjutnya adalah People (Orang), Physical Evidence (Bukti Fisik), Process (Proses). Penulis buku Seth Godin, misalnya, juga menawarkan teori P baru yaitu Purple Cow.[1]
Perencanaan saluran distribusi dilakukan dengan maksud untuk memperlancar penyaluran produk agar sampai kepada konsumen. Dengan kegiatan distribusi ini diharapkan dapat mempermudah konsumen untuk memperoleh produk setiap saat. Kecepatan dan ketepatan dari saluran distribusi yang dilakukan oleh perusahaan akan sangat membantu konsumen dalam mendapatkan produk perusahaan, hal ini agar dapat menaikkan citra keberadaan produk dan perusahaan itu sendiri.

Jumat, 03 Mei 2013

RESENSI FILM THE SECRET


Resensi Film               : The Secret
 Sutrada                      :Drew heriot
 Produser                    : Rhonda Byrne (Executive Producer)
                                        Paul herrington (Producer)
 Distributed by           : Prime Time Production
 Release date(s)        : 26 maret 2006
Film ini bercerita tentang rahasia masa lampau yang telah lama ditinggalkan oleh orang-orang modern, yaitu tentang kekuatan pikiran. Dalam hidup ini sebenarnya kita telah mewarisi pengetahuan luhur masa lampau dari orang-orang bijak yang telah berjuang sepenuh hati untuk menemukan kearifan dan pengetahuan ini. Hanya saja karena pengetahuan ini adalah pengetahuan tingkat tinggi – untuk konteks masyarakat pada saat itu – sehingga hanya sedikit orang yang mampu memahaminya dengan baik.
Ada banyak pelajaran tentang pikiran yang diceritakan dalam film ini. Mungkin kita yang sudah lama kuliah di disiplin keilmuan psikologi belum menyadari pengetahuan ini, karena kita hanya belajar tentang mekanisme pikiran semata. Bagaimana terjadi proses kognisi dan meta kognisi dalam memori kita, bagaimana informasi atau pesan masuk dalam memori kita dan bertahan dalam rentang waktu yang pendek maupun lama. Tapi, melewati semua pelajaran itu, pernahkah kita bertanya tentang apa yang kita pelajari ini, apa yang dapat kita pahami dari pelajaran ini, apa yang dapat kita praktekkan dari pelajaran tersebut? Tentunya pengetahuan tidak hanya disimpan dalam memori, tetapi pengetahuan seharusnya digunakan untuk meningkatkan kualitas kehidupan manusia.
Film ini diawali dengan cerita Rhonda Byrne yang mengalami masa-masa sulit dalam hidupnya, ayahnya meninggal, kehidupan cintanya berantakan, dan hidup yang tidak menentu. Tanpa disadari ternyata di balik ujian itulah ia mendapatkan pencerahan dari sebuah buku yang dihadiahkan oleh anaknya. Tidak jelas buku apa yang diberikan tersebut, tetapi buku itu berisi ajaran tentang pikiran manusia, bagaimana manusia menggerakkan pikirannya sejak masa lampau, dan menggunakannya untuk meningkatkan kualitas kehidupan manusia.
Setelah menemukan pencerahan dari buku itu, Byrne menelusuri satu persatu orang-orang yang dapat mengajarkannya lebih jauh tentang pengetahuan klasik ini. Pencarian itu, membuatnya bertemu dengan master-master kekuatan pikiran mulai dari Bob Proctor yang memberikan pengantar tentang the Secret, kemudian John Assaraf, Rev. Michael Beckwith, John Demartini, Jack Canfield, James Arthur Ray, Joe Vitale, Lee Brower, Marie Diamond, Mike Dooley, Bob Doyle, Hale Dwoskin, Cathy Goodman, Morris E. Goodman, John Gray, John Hagelin, Bill Harris, Esther Hicks, Ben Johnson, Loral Langemeier, Lisa Nichols, David Schirmer, Marci Shimoff, Denis Waitley, Neale Donald Walsch, dan Fred Alan Wolf.
Apakah sebenarnya yang dibicarakan dalam film ini, yang katanya disebut sebagai rahasia terbesar itu? Ternyata itu adalah “pikiran manusia akan membentuk realitas yang akan dia alami.” Konsep ini disebut juga law of attraction atau hukum daya tarik. Hukum ini menyatakan bahwa pikiran kita sendiri yang menarik kejadian-kejadian dan kemudian kita alami. Sebagai contoh, pikiran yang positif akan menarik hal-hal yang positif, begitu juga sebaliknya pikiran yang negatif. Latar belakang “ilmiah” dari law of attraction ini adalah bahwa pikiran kita adalah gelombang, dan hampir sama dengan setiap partikel yang menyusun semesta ini. Sehingga pada saat kita berpikir, pada dasarnya kita sedang membangkitkan dan melepaskan getaran ke alam semesta yang nanati akan direspon oleh semesta. Teori dalam fisika kuantum mengemukakan bahwa kejadian di luar sana hanyalah samudera kemungkinan-kemungkinan, yang menjadi “realitas” setelah dibentuk oleh pikiran. Konsepsi ini sesunggunya telah disebutkan oleh Aristoteles jauh sebelum fisika kuantum ini ditemukan, bahwa “realitas dunia dibentuk oleh pikiran, oleh karena itu cara untuk mengubah dunia adalah dengan mengubah pikiran.” Jadi secara tidak langsung berdasarkan teori ini pikiran kitalah yang membentuk “dunia” kita.
Proses tentang bagaimana alam merespon pikiran kita, dalam film dianalogikan seperti lampu ajaibnya Aladdin. Film ini menyebutkan bahwa kisah Aladdin merupakan kiasan atas interaksi antara manusia (Aladdin) dan semesta (digambarkan sebagai Jin). Interaksi antara manusia dengan alam semesta ini digambarkan dalam 3 proses, yaitu ask, believe, dan receive. Dalam proses pertama kita meminta dan menentukan yang kita minta. Setelah meminta, maka pada proses kedua kita harus mempercayai dan meyakini bahwa permintaan itu akan segera terwujud, bahkan kita dapat membayangkan permintaan itu sudah terkabulkan. Tentu saja setelah kita meyakininya, maka secara tidak kita sadari terjadi proses automatis dalam pikiran bawah sadar kita mengkondisikan kita berperilaku seakan-akan kita sudah mendapatkan apa yang sudah kita minta tadi. Sebagai penguat dari tiga proses ini, kita dapat menerapkan dua hal berikutnya yaitu, gratitude, yang berarti rasa syukur dan ekspresi rasa syukur yang sungguh-sungguh atas apa yang telah kita dapatkan; dan visualisasi, yaitu melakukan visualisasi atas apa yang kita inginkan dalam bentuk gambaran mental yang kuat, dan disertai perasaan yang mendalam, seakan-akan permintaan kita telah dikabulkan dan menjadi kenyataan.
“The Secret” karya Rhonda Byrne adalah sebuah karya yang mengungkap sebuah rahasia kehidupan. Penuh inspirasi dan motivasi untuk meraih kesuksesan.
Dalam buku The Secret, Rhonda menceritakan sebuah rahasia besar kehidupan yang telah berusia ratusan tahun. Rahasia ini yang ada di sekitar tapi tanpa pernah kita sadari keberadaannya. Sebuah rahasia yang dapat mewujudkan apa yang kita ingin capai dalam kehidupan ini seperti kesehatan, hubungan dengan orang lain, dan keberhasilan. Rahasia ini sudah dibuktikan orang-orang seperti Plato, Shakespeare, Newton, Hugo, Beethoven, Lincoln, Emerson, Edison dan juga Einstein. Secara keseluruhan, inti dari buku ini adalah apapun yang kita inginkan akan datang hanya dengan memikirkannya dengan hati yang bahagia. Hati yang bahagia itulah yang menurut saya kunci kesuksesan dalam menarik apapun ke dalam kehidupan kita. Sadar ataupun tidak sadar.
Versi filmnya sendiri berdurasi sekitar 90 menit-an. Berformat film dokumenter, film ini berisi petuah-petuah dari para master dalam bidang filsafat, spiritualitas, motivasi.

100 Daftar Impian


  1. ingin jadi Sastrawan
  2. Mempunyai uang sendiuri
  3. punya rumah mewah
  4. Ingin punya mobil bagus
  5.  Ingin mencapai ipk cumlaude
  6. Kepingin membahagiakan kedua orang tua dan keluarga
  7. Ingin membanggakan keluarga
  8. Ingin Cepat-cepat diwisuada
  9. Ingin Memiliki sahabat yang sesungguhnya
  10. Ingin menambah prestasi akademik maupun non akademik
  11. memberangkatkan ortu haji
  12. Bisa memasak handal
  13.  Jadi dosen atau
  14. Punya saudara lelaki
  15. Ingin punya adek
  16. Ingin membuang kebiasaan buruk
  17.  Jadi orang terkenal
  18.  Jalan-jalan ke Holland
  19. Punya Jet pribadi
  20. Ketemu Personil One direction
  21. Menikah di usia 24th
  22.  Jadi istri dan ibu yang baik
  23. Ingin usaha boutique
  24. Sukses online shop
  25.  Bisa nyetir mobil sendiri
  26.  Punya kolam renang Pribadi
  27. Punya Restoran Seafood
  28.  Jadi wanita karir
  29.  Ingin Bersepeda mengelilingi gunung
  30.  Ingin naik haji
  31. Pergi ke Korea
  32. Ketemu sama artis Korea
  33.  Ingin kuliah di luar negeri
  34.  Ingin Foto-foto di Menara Eiffel
  35.  Travelling ke Bangkok
  36.  Bisa Jadi Penari Profesional
  37.  Ingin bisa nari Pendet
  38.  Ingin naik Jalan-jalan naik Delman
  39.  Ingin banyak yang ngfans
  40. Pengen punya Panti Asuhan
  41. Pengen Ke Negara bersalju
  42. Ingin ke pulau Lombok
  43. Ingin naik gajah Thailand
  44. Pengen jadi Konsultan Kecantikan
  45. Punya usaha Salon
  46.  Jadi guru Tari
  47.  Ingin ke Negara Mexico City
  48. Ingin ke Air Terjun Niagara
  49. Mendirikan Taman Kanak-Kanak
  50. Travelling ke Argentina
  51.  Foto dengan One D
  52.    Ingin mendaki Gunung
  53.  Bisa memancing ikan
  54.  Camping bareng Keluarga
  55.   Ketemu sama teman –teman TK
  56.  Ingin Reunian SMP
  57. Menjadi anak yang berbakti
  58.  Jadi anak yang Sholehah
  59.  Mahir Berbahasa Inggris
  60. Ingin Main film di Hollywood
  61. Nonton Konser
  62. Sehat dan Panjang umur
  63.  Gaya hidup sehat
  64. Hidup Bahagia
  65. Terkenal di negeri sendiri
  66. Jadi Pemain Film
  67. Berkuda di Taman
  68. Duduk rame-rame di pinggir danau
  69. Ke Pantai bareng Keluarga
  70. Punya BodyGuard
  71. Punya Akuarium yang Besar
  72. Punya Kolam ikan yang Bagus
  73. Tinggal di New York
  74. Punya anak 1cowo dan 1 cewe
  75. Punya suami yang sesuai tipe
  76. Keliling Indonesia
  77. Pengen yang ditonton
  78. Pengen yang ngasih gaji
  79. Garden Wedding Party
  80. Foto Prawed dengan nuansa mobil 80an
  81. Pengen punya suami Indonesia tulen
  82. Jalan jalan ke Bunaken
  83. Jadi anak yang Pintar
  84. Jadi Mahasiswa yang rajin
  85. Rajin Menabung
  86. Keliling Dunia bareng Keluarga
  87. Arung Jeram
  88. Aktif di Kelas
  89. Punya temen dan kenalan yang banyak
  90. Aktif di organisasi
  91. Pengen ke Menara Pissa
  92. Ingin makan cokelat di Swiss
  93. Puny taman bacaan pribadi
  94. Ingin mencapai target max TOEFL
  95. Bisa kuliah di Aussie
  96. Pengen Punya pacar Pilot
  97. Mengelilingi lautan bareng keluarga
  98. Pergi ke Hawaii
  99. Menikmati Sunset di Hawaii
  100.  Menikmati hidup

Pemanfaatan Peluang Usaha


Pemanfaatan peluang usaha - Wirausaha yang kreatif adalah wirausha yang cepat menangkap peluang yang muncul dari suatu kondisi lingkungan disekitanya, yang tidak pernah melewatikan waktunya dengan sia-sia.
Pemanfaatan peluang usaha Orang yang kreatif tidak akan ikut dalam deretan jenjang pencari kerja, karena dia sendiri yang akan menciptakan lapangan kerja untuk dirinya sendirinya dan bahkan orang lain.
Misalnya:
 a. Memanfaatkan barang bekas
 Misalnya : sedotan dibuat bunga, bulu ayam menjadi lukisan dan perca menjadi kaset dan sebagainya.
 b. Memanfaatkan barang yang disediakan oleh alam
 Misalnya : membuat kerajinan dari tanah liat dijadikan gerabah dan sebagainya.
 c. Memandfaatkan kejadian/ peristiwa yang ada
 Misalnya : berjualan aneka minuma seperti es buah /kelapa, es teller pada musim kemarau dan sebagainya.

Seorang yang berjiwa dinamis adalah orang yag mampu melihat lingkngan sebagai sesuatuyang bergolak dan senantiasa berubah sebagai suatu tren dari masyarakat yang tidak terduga. Apabila kita mampu memanfaatkan dengan baik maka kondisi tersebut akan menjadi suatu peluang usaha bagi kita. Sehingga orang yang mau bekerja keras, ulet, percaya pada kemampuan sendiri, kreatif dan inovatif akan lebih mudah menemukan peuang usaha yang ada. Jika peluang digali dengan baik maka akan membuahkan hasil yang memuaskan.



Untuk menggali peluang usaha atau bisnis, setiap orang harus berpikir secara positif dan kreatif yaitu :
 a. Harus percaya dan yakin bahwa usahanya bisa dilaksanakan.
 b. Mau menerima gagasan baru dalam dunia bisnis.
 c. Bersedia mendengarkan saran dari orang lain.
 d. Mempunyai etos kerja yang tinggi.
 e. Pandai dan trampil, berkomunikasi.
 f. Sering bertanya pada diri sendiri.
Inovasi adalah suatu temuan baru yang menyebabkan berdaya gunanya suatu produk atau jasa ke arah yang lebih produktif. Beberapa faktor yang mendorong untuk melakukan inovasi dalam usaha antara lain keinginan untuk berprestasi, adanya sifat penasaran atau keinginan untuk menanggung resiko , faktir pendidikan, pengalaman dan adanya peluang.
 Adapun tujuan mengadakan inovasi dalam usaha adalah sebagai berikut :
 a. Untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan masyarakat.
 b. Untuk menyesuaikan selera masyarakat.
 c. Untuk menyesuaikan perkembangan teknologi.
 d. Untuk menari konsumen.
 Inovasi baru dibidang produk dan jasa pada saat ini dihadapkan pada tiga pilihan berikut :
 a. Produk atau jasa yang abru dapat ditempatkan pada salah satu pasaran yang sesuai dengan minat konsumen.
 b. Produk atau jasa yag dirancang secara baru dan model baru dapat ditempatkan ditengah-tengah pasar serta disesuaikan dengan daya beli konsumen.
 c. Produk atau jasa baru dapat ditampilkan dengan tujuan dapat merebut dan memanfaatkan peluang usaha.



Peluang Usaha
Menjadi seorang enterpreneur atau wirausahawan bukanlah suatu hal yang mudah. Perlu dipahami terlebih dahulu tentang bisnis yang akan dijalankan dan resiko yang akan dihadapi. Berbagai faktor baik internal maupun eksternal sangat mempengaruhi suatu bisnis bisa dijalankan dan bertahan hingga kondisinya stabil. Tidak hanya mengenai modal, namun juga sistem pemasaran dan manajemen berkaitan erat dengan keberlangsungan suatu bisnis.
Berikut beberapa langkah dalam memulai dan mengembangkan suatu bisnis :
1. Persiapan fisik dan mental
 Membangun dan mengembangkan suatu bisnis atau perusahaan lebih besar resikonya daripada menjadi karyawan di sebuah perusahaan. Suatu perusahaan yang dengan modal sangat besar mempunyai resiko yang besar pula. Seorang wirausahawan jika perusahaannya mengalami kerugian, maka modalnya bisa saja langsung hilang dan bisnisnya berhenti. Sedangkan seorang karyawan, paling besar resiko kena PHK. Oleh karena itu, seorang wirusahawan harus siap mental apabila kehilangan dan memikirkan kemungkinan terburuk untuk antisipasi. Selain persiapan mental, juga harus persiapan fisik agar mampu menjalankan tuntutan kerja dalam memnuhi operasional sehingga tidak mudah jatuh sakit.
2. Selektif
 Saat ini tersedia berbagai pilihan bisnis atau usaha. Mulai dari bisnis makanan, pulsa, baju, event organizer, dan sebagainya yang banyak memberikan peluang. Namun tidak semua dapat dijalankan dengan mudah. Berbagai resiko dan tuntutan bisnis yang begitu kompleks membuat Anda harus jeli dalam memilih bisnis yang tepat. Apalagi untuk ibu rumah tangga, bisnis yang dirintis harus mampu dihandle tanpa mengganggu tugas utama. Pilihlah bisnis sesuai keahlian Anda. Selain itu resikonya juga harus diperhitungkan masak-masak, jangan sampai bisnis mengalami kerugian hingga menyita modal.
3. Perencanaan Bisnis yang Matang
 Sekecil apapun usaha atau bisnis Anda, tetap harus diperhitungkan perencanaannya. Hal ini agar bisnis tetap berjalan bahkan diharapkan bisa berkembang. Dengan perencanaan yang matang, suatu usaha akan tercatat perkembangannya mulai dari nol hingga mengalami peningkatan sehingga akan memudahkan pengontrolannya.



4. Evaluasi yang Rutin
 Jika bisnis Anda sudah berjalan, maka saatnya Anda melakukan evaluasi secara rutin. Hal ini dimaksudkan untuk melihat langkah-langkah mana yang perlu dilakukan maupun yang tidak perlu agar lebih efektif dalam menjalankan bisnis.
5. Fokus dalam Mengembangkan Bisnis
 Jika Anda sudah mempunyai bisnis, fokuskan melihat peluang dalam mengembangkannya agar bisnis Anda bisa memberikan hasil yang lebih. Tidak hanya jalan di tempat, namun mampu menguasai pasar.
6. Cerdik dalam Menghadapi Pesaing
 Bisnis yang sudah berjalan dan terbukti memberikan hasil yang sangat besar akan membuat orang lain berpikir untuk membuka bisnis yang sama. Hal ini akan memicu persaingan antar pebisnis. Anda harus pandai dalam menghadapi pesaing yang terus bermunculan. Dengan promosi yang bagus dengan memperkenalkan produk Anda yang mempunyai nilai lebih daripada produk lain, diharapkan bisnis Anda akan tetap jadi lirikan para pelanggan. Selain itu Anda bisa mempromosikan dengan cara memberikan kupon undian tiap periode agar pelanggan tetap tertarik dengan produk Anda.
7. Menjaga Hubungan Baik
 Konsumen sangat berperan dalam keberlangsungan bisnis Anda. Oleh karena itu Anda harus menjaga hubungan baik dengan para konsumen. Misalnya menerima kritik dan saran dari pelanggan demi kemajuan bisnis Anda, atau sekedar tegur sapa dan tersenyum meski tidak membeli produk Anda. Hal ini akan menciptakan simpati terhadap Anda dan bisnis Anda sehingga mereka akan beralih menjadi pelanggan Anda.
8. Jeli Mencari Pelanggan
 Promosi merupakan sarana yang paling penting dalam menjaga bisnis Anda tetap exist. Oleh karena itu sistem pemasaran harus dilakukan semenarik mungkin agar produk yang Anda tawarkan bisa menjadi produk pilihan para konsumen. Misalnya ada perlakuan khusus untuk yang sudah jadi pelanggan.
9. Belajar dari Kegagalan
 Saat Anda mulai menjalankan bisnis, Anda sudah harus paham resiko yang memicu kegagalan. Dan kegagalan dari suatu bisnis merupakan hal yang biasa. Yang perlu ditekankan disini adalah jangan pernah takut gagal, dan jangan pernah patah semangat. Kegagalan merupakan saat yang tepat bagi Anda dalam mempelajari sesuatu.